Makanan Khas Makanan KhasCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
food

Arsik Ikan Mas, Hidangan Khas Pangururan yang Membawa Pulang

Cerita di balik Arsik Ikan Mas, makanan khas Pangururan. Rempah andaliman, asam cikala, dan kenangan keluarga di setiap suapan.

30 Apr 2026 · 2 menit baca · oleh Dara Mulyadi
Arsik Ikan Mas, Hidangan Khas Pangururan yang Membawa Pulang

Setiap kali langkah saya menapaki dermaga Pangururan, aroma segar dan sedikit pedas langsung tercium dari arah dapur rumah Nenek. Bukan sia-sia saya menempuh perjalanan delapan jam dari Medan cuma buat nyicipin arsik buatannya. Ikan mas segar dari Danau Toba, andaliman yang baru ditumbuk, dan asam cikala, semuanya menyatu dalam kuali tanah liat. Buat saya, arsik bukan sekadar lauk. Ia undangan buat pulang.

Cerita di Balik Semangkuk Arsik

Nenek mulai masak arsik sebelum matahari bener-bener tinggi. Ia milih ikan mas yang masih menggeliat, lalu bersihin tanpa ngilangin sisik. Saya kecil dulu nanya kenapa sisiknya dibiarin. Nenek jawab sambil senyum, “Supaya bumbu meresap sampai ke tulang, Nak.” Resep ini gak pernah ditulis, cuma diwariskan lewat gerakan tangan dan ingatan.

Rahasia arsik ada di andaliman. Rempah khas Batak yang bikin lidah getir dan sedikit mati rasa. Ditambah asam cikala (buah kecombrang muda) dan kunyit segar, jadilah rasa asam pedas yang khas. Ikan dimasak perlahan dalam kuah kuning sampai air susut dan bumbu ngental. Prosesnya bisa makan waktu sejam, tapi tiap menitnya layak ditunggu.

Bagi wisatawan yang datang ke Pangururan, arsik sering jadi pintu masuk buat kenal kuliner Batak. Saya sering liat mereka ragu saat pertama nyobain andaliman, lalu senyum kaget setelah nikmatin. Di rumah makan tepi danau, arsik disajikan sama nasi putih hangat dan sambal andaliman. Uapnya naik, Danau Toba biru di belakang, bikin siapa pun pengen berlama-lama.

Saya sendiri baru bener-bener bisa masak arsik sendiri setelah tiga tahun tinggal di perantauan. Telepon Nenek tiap minggu nuntun saya: “Jangan lupa andalimannya digeprek dulu, jangan dihalusin.” Sekarang, tiap kali saya bikin arsik di dapur kecil Jakarta, aromanya seolah memendekin jarak. Rasanya emang gak persis sama, mungkin karena air Danau Toba gak bisa dibawa kemana-mana. Tapi cukup buat bikin saya merasa pulang Ringkasannya pernah saya buat di makanan khas hits.

Makanan khas kayak arsik bukan cuma soal rasa. Ia benang yang ngubungin saya sama tanah lahir, sama generasi sebelumnya, sama siapa pun yang duduk semeja. Satu suapan, satu cerita. Dan selama andaliman masih tumbuh di Bukit Barisan, arsik bakal tetep jadi alasan buat pulang ke Pangururan.

Sumber lanjutan: sumber resmi

Tag: #arsik #makanan khas batak #kuliner danau toba